Artikel

Tradisi Gulat Okol Desa Setro Menganti Gresik Menjadi Warisan Budaya Non Benda Artikel ini telah

01 November 2021 13:28:44  Administrator  381 Kali Dibaca  Berita Lokal

Gulat Okol tradisi asal Desa Setro, Kecamatan Menganti menambah daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Gresik. Tradisi ini ditetapkan tim ahli dari Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tradisi gulat Okol merupakan bentuk rasa syukur kepada tuhan atas hasil panen di desa setempat.

Tradisi gulat okol merupakan pertunjukan adu ketangkasan, dalam bela diri berteknik pegangan dan bantingan yang mengandung nilai spiritual sebagai ucapan rasa syukur atas karunia dari Tuhan YME.

Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh para petani. Seusai panen dan pada musim kemarau, mereka menggelar sedekah bumi, remo kaulan dan gulat tradisional yang oleh warga setempat disebut okol.

Gulat okol menjadi agenda rutin tahunan, yang saat ini menjadi bagian dari wisata budaya.

Okol berasal dari istilah srokol-srokolan. Sejarah okol dimulai ratusan tahun lalu, sekitar awal abad ke-19, ketika Desa Setro dan wilayah Kecamatan Menganti dilanda kemarau panjang.

Pada saat itu, ladang menjadi kering, tumbuhan banyak yang mati, bahkan hewan ternak pun kesulitan mencari makan.

Kemudian oleh pemimpin desa, cah angon alias penggembala dan warga desa mengadakan doa bersama. Atas kehendak Tuhan YME, beberapa hari kemudian hujan turun, sehingga warga bisa kembali bercocok tanam, tumbuhan bisa segar kembali dan hewan ternak bisa mendapat makanan.

Atas berkah yang diperoleh lantaran hujan turun sesuai harapan pada saat itu, cah angon kemudian saling berpelukan dan mendorong (srokol-srokolan) di atas jerami padi hasil panen, dengan maksud meluapkan kegembiraan dan rasa syukur kepada Tuhan YME.

Sebenarnya tidak hanya gulat okol, tapi ada semacam ritual sedekah bumi yang dilaksanakan bersamaan gulat okol. Namun yang dinilai oleh tim ahli kemarin itu, cuma tradisi gulat okolnya saja, karena mungkin gulat okol yang lebih populer.

Oleh warga, kata srokol-srokolan tersebut lebih dikenal dengan sebutan okol, yang lambat laun terus berkembang dan rutin dilakukan oleh warga. Seiring perkembangan zaman, agenda tersebut kemudian menjadi tradisi dan terus dilaksanakan oleh warga setempat hingga saat ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, gulat okol dilaksanakan oleh masyarakat di atas tumpukan jerami padi.

Bahkan kini, gulat okol lebih sering digelar di panggung dengan matras dari karung goni dengan bagian bawahnya diletakkan tumpukan jerami, demi keamanan petarung yang terlibat.

Untuk gelanggang arena permainan ini, biasanya memiliki ukuran 6x8 meter dan dibuat seperti ring tinju dengan dua sudut, dengan di sekeliling panggung diberi tali tambang besar.

Saat ada acara sedekah bumi saja, gulat okol itu satu rangkaian dengan sedekah bumi. Tradisi yang memang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Setro.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gresik, Sutaji Rudi mengatakan pada tahun ini hanya mengajukan satu tradisi saja.

"Hanya gulat okol saja. Sebab semua kan ada prosesnya, tidak serta-merta langsung bisa," kata dia, Senin (1/11/2021).

Tidak menutup kemungkinan pada tahum berikutnya bakal kembali mencoba untuk mengajukan kembali budaya asli Gresik agar diakui menjadi WBTB. Karena menurutnya, Gresik memiliki banyak karya budaya.

"Nanti pada tahun depan ada lagi yang diajukan," tambahnya.

Camat Menganti, Sujarto mengatakan tidak hanya Desa Setro saja yang melestarikan gulat okol ini.

"Selain di Desa Setro, tradisi okom juga rutin di desa Pengalangan," kata dia.

Tradisi okol ini biasanya dilaksanakan setelah musim panen, dalam rentang antara Bulan Agustus, September maupun Oktober. Tetapi lebih sering diadakan pada Bulan Oktober.

Jadi setelah tumpeng diarak keliling kampung, baru kemudian ada gulat okol dipentas yang telah disediakan. Bahkan, pesertanya itu kadang ada juga yang dari luar desa.

"Digelar satu paket dengan tradisi sedekah bumi," kata dia.

Ada sebanyak 16 karya budaya asal Jawa Timur yang ditetapkan menjadi WBTB pada tahun ini, termasuk gulat okol asal Gresik dan ritual adat Mendak Sangring yang ada di Lamongan.

Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2021/11/01/tradisi-gulat-okol-desa-setro-menganti-gresik-menjadi-warisan-budaya-non-benda

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

 Agenda

 Pemerintah Desa

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jln. Raya Setro No.963 Tlp 031-7912099 Rt.001 Rw.001 Kec. Menganti Kab. Gresik
Desa : Setro
Kecamatan : Menganti
Kabupaten : Gresik
Kodepos : 61174
Telepon : 0317912099
Email : [email protected]

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:14
    Kemarin:596
    Total Pengunjung:96.056
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:104.23.243.84
    Browser:Mozilla 5.0